Cerita: Lelaki yang Menatap Tuhannya

Sore beranjak. Semburat merah berpadu dengan biru tua khas malam terlukis begitu indah di lagit. Pemandangan indah tak bercela untuk mengawali malam. Similir angin malam mengelus-ngelus tubuh yang mulai letih karena aktivitas yang kian menggila.

Aku berjalan dari bilik masjid itu. Aku usai menunaikan kewajibanku sebagai hamba Tuhanku. Aku sering mendatangi masjid ini untuk menunaikan sholat magrib. Aku sering terlambat untuk menunaikan sholat yang satu ini. Karena setiap hari sabtu sore aku harus les kimia, dan kau tau kawan, kapan lesnya berakhir? Yaitu saat kumandang azan magrib telah berlalu. Jika aku memaksa untuk pulang, mengingat rumahku yang jauh terbentang dari rumah guruku, maka ku putuskan untuk beribadah di masjid ini.

Ku turuni tangga di masjid itu. Hanya ada 3 anak tangga. Aku berjalan sembari membenarkan posisi tas punggungku. Ketika kakiku menginjak anak tangga terakhir. Berrrr…. Angin segar menerpa wajahku. Ku lihat sosok laki-laki berjalan di depanku. Menoleh ke arahku. Ia terus berjalan. Aku menatapnya hingga tubuhnya menghilang di balik pintu masjid. Aku tak mengenal laki-laki itu karena aku belum pernah bertemu dengannya. Wajahnya teduh. Langkah kakinya penuh perhitungan. Dan semua terlihat mengesankan.

Aku suka dengan tipikal laki-laki seperti itu. Wajahnya teduh karena selalu terbasuh oleh air wudhu. Langkahnya penuh perhitungan karena ia tak ingin salah mengambil keputusan. Aku selalu terkesan dengan semua lelaki di dunia ini ketika ia sholat berjamaah di masjid. Bagiku laki-laki ini sebenar-benarnya laki-laki. Kesetiaannya tak tertangguhkan. Pengorbanannya tak diragukan. Bagiku, lelaki yang dengan sukarela bertatap muka dengan Tuhannya di masjid adalah mengesankan.

Advertisements