Kalian Luar Biasa, Teman

Orang bijak berkata, waktu akan merubah seseorang. Mungkin perkataan mereka benar. Ya,aku merasakannya saat ini. Orang-orang yang pernah ku kenal telah bermetamorfosis menjadi seorang yang luar biasa. Aku tak pernah membayangkan sebelumnya jika mereka akan sehebat itu. Ya aku tahu, mereka telah berusaha dan berdoa sebaik mungkin untuk mencapainya. Aku percaya tidak ada yang bisa menghianati usaha dan doa. Dan pada akhirnya waktu lah yang akan menunjukkan siapa yang terbaik.

Untuk teman SMP-ku, Gangsar Lintas Damai, aku mengucapkan selamat atas pencapaianmu saat ini. Jangan pernah menyerah. Meskipun kamu hanya menjadi peserta OSN Biologi 2016, bagiku kamulah yang telah mengalungi medali emas yang paling bersinar. Jalanmu masih panjang teman. Jangan menyerah. Terus belajar. Aku percaya suatu saat ada perubahan besar dalam peradaban manusia karena pemikiranmu.


Untuk teman yang memiliki lapisan tekad sekuat baja, yang memiliki semangat sepanas bara api, Alfani. Maaf aku tidak tahu nama lengkapmu. Hehe. Jangan pernah lagi kamu ragu untuk bermimpi. Sekarang kamu telah membuktikan pada semua jika kamu mampu. Aku ingat kamu pernah bilang, “Duuh bisa nggak ya ikut OSN?” tanyamu ketika H-1 OSK. Sekarang kamu lihat kan, Allah telah menjawab semua doa dan usahamu. Perjuanganmu masih panjang teman. Aku harap kamu bisa jadi lebih baik, lebih baik di segala bidang lah. Jangan kemayu lagi ya, biar tidak ada lagi manusia-manusia yang akan meremehkanmu. Semangat.

Untuk Prima, maaf aku tak punya sesuatu yang ingin aku katakan padamu. Karena ya, aku belum pernah mengenalmu. Baru-baru ini aku mengena namamu setelah Dentine 2016. Selamat ya kamu telah diberi kesempatan oleh Allah untuk merasakan bagaimana rasanya bertemu orang-oramg hebat dari seluruh Indonesia. Semangat. Jangan menyerah.

Pokoknya kalian putra terbaik Banyuwangi teman-teman. Kalian lah orang-orang hebat dan luar biasa yang pernah ku kenal. Dan aku janji aku tak ingin kalah dari kalian. Semangat. Man Jadda Wajada!

Kamar, 21 Mei 2016
(efek setelah melihat pengumuman OSN Biologi)

Advertisements

Cerita : Dunia OSN

Sangat ku ingat balasan surat sahabatku ketika aku bercerita kepadanya tentang kemalangannku dalam dunia OSN. “Memang dunia perOSNan itu sangat kejam”. Benarkah apa yang ia katakan? Mungkin iya. Karena aku masih memendam kekecewaanku hingga saat ini.

Saat itu aku ingat betul bagaimana guruku yang begitu menginspirasi berucap padaku, “Ingat, ada harga buat kamu yang telah terdzolimi” Apakah aku terdzolimi? Aku tak tahu jawaban pastinya. Dan aku yakin guruku itulah yang lebih mengetahui dunia OSN. Pak Jat, terima kasih ya pak. Sudah mau meluangkan waktu untuk saya. Meyakinkan saya bahwa saya mampu. Saya akan selalu mengingat pesan bapak, “Saya pasti bisa bukan saya harus bisa!”

Untuk temanku yang telah membantuku dalam perjuanganku meperebutkan kursi di provinsi, aku doakan kelancaranmu dalam perlombaanmu di tingkat nasional hari ini. Aku yakin kamu bisa. Dan kamu harus membawa kejuaraan untuk SMAN 1 Glagah. Kamu harus buktikan ke Pak Ganef kalau kamu bisa dan jangan lupa, kamu harus buktikan juga kalau bidang biologi juga bisa mendapatkan medali emas. Semoga Allah memudahkan langkahmu teman. Selamat berjuang.

Kamar, 17 Mei 2016

Cerita : Mimpi

Aku selalu percaya pada mimpi. Maka jangan kau heran kawan jika aku punya segunung mimpi yang jika disusun satu persatu pada akhirnya ia akan menyentuh langit ke tujuh. Saking tingginya aku merasa apakah mungkin mimpi ini bisa tercapai? Ah, entahlah. Aku tak tahu impian ini bisa terwujud atau tidak. Tapi aku harus percaya akan mimpiku. Ini mimpiku. Ketika aku sudah menuliskannya di proposal hidupku, aku yakin impian ini tak hanya angan-angan belaka. Ya aku yakin aku bisa diterima di SITH-S ITB. Karena setiap kali aku ragu akan mimpiku, aku akan meyakinkan diriku kembali jika :

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi. Tidak ada pemimpi yang terlalu rendah. Yang ada hanyalah usaha yang setengah-setengah

Banyuwangi, 16 Mei 2016