SNMPTN #1

Di Indonesia–negara tercinta kita–ada 3 jenis jalur masuk yang umum di perguruan tinggi negeri. Apa saja?

  • Pertama, SNMPTN. SNMPTN adalah kependekan dari Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau kata orang biasa disebut dengan jalur undangan.
  • Kedua, SBMPTN. SBMPTN adalah kependekan dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Seleksi ini mengandalkan tes tulis untuk penyaringan mahasiswa barunya.
  • Ketiga, mandiri. Tidak semua perguruan tinggi negeri di Indonesia membuka jalur mandiri. Sebut saja ITB. Dulu ITB ada ujian mandiri, namanya USM dan saya tidak tahu mengapa sekarang ITB meniadakan jalur mandiri. Jalur mandiri yang sering saya dengar dari teman-teman saya–maaf, saya tidak ikut mandiri sehingga saya kurang tau infonya–adalah SIMAK UI yang diadakan oleh UI, UTUL yang diadakan oleh UGM, SBMPTR yang diadakan oleh perguruan tinggi negeri yang ada di Regio Besuki seperti Universitas Jember dan Universitas Airlangga kampus Banyuwangi. Tahun ini–2017–ada beberapa PTN yang menggunakan nilai SBMPTN sebagai acuan seleksi mandiri misalnya Universitas Brawijaya dan ITS. Seperti yang kalian tahu, kalau kalian ingin mengikuti jalur mandiri, pasti ada uang lebih yang harus kalian bayar ketika kalian keterima. Jadi, gunakan jalur mandiri sebagai pilihan akhir kalian.

Karena saya diterima di PTN melalui jalur SNMPTN maka saya akan membahasnya lebih lanjut. Ada beberapa info yang harus kalian ketahui seputar SNMPTN. What are those?

  • SNMPTN itu seleksi pertama yang akan kalian lalui sebelum seleksi lain di PTN biasanya awal tahun. Kalau tahun saya seleksinya mulai bulan Februari.
  • Tidak semua siswa kelas 12 di sekolah kamu bisa ikut seleksi ini, tergantung kebijakan Dikti dan PTN di tahun seleksi kalian. Biasanya hanya berapa puluh persen saja dari siswa di sekolah kalian yang boleh mengikuti SNMPTN.
  • Seleksinya gratis karena ditanggung pemerintah.
  • Kalau kamu berencana mendaftar Bidikmisi, usahakan untuk menyelesaikan berkas pendaftaranmu sebelum pendaftaran SNMPTN dibuka. Ini untuk memudahkan seleksi Bidikmisimu ke depannya
  • Alumni tidak diperkenankan mengikuti SNMPTN. Jadi, sainganmu hanya teman seangkatanmu di seluruh Indonesia.
  • For further information, you can search in Google and type SNMPTN. And tadaa, all of informations you need will have already been available. Or you can visit http://www.snmptn.ac.id

Seperti yang telah saya jelaskan tadi kalau SNMPTN itu tidak lain adalah jalur undangan alias tanpa tes. Nah loh, kalau tanpa tes bagaimana dong sistem seleksinya?

  • Rapot. Nah, rapot ini menjadi andalan PTN untuk menyeleksi calon mahasiswa karena ketiadaan tes tulis. Nilai rapot yang dibutuhkan untuk seleksi berasal dari semester 1 hingga 5. Kamu tidak perlu lagi repot-repot memasukkan nilai rapot kamu karena PTN akan melihat nilai rapot kamu di PDSS–sejenis pangkalan data yang berisi nilai rapot kamu. Biasanya sekolah tiap semester sudah menyerahkan nilai kamu ke PDSS. Jadi, kamu tinggal menyocokkan kesesuaian data di PDSS dengan nilai rapot asli kamu.
  • Prestasi. Kalau kamu punya sertifikat di berbagai kejuaraan atau pelatihan atau apapun​, kamu wajib banget menyertakan sertifikat kamu dalam seleksi SNMPTN. Kenapa? Karena PTN akan lebih mempertimbangkan calon mahasiswa yang tidak hanya pintar di akademik saja tapi juga di non-akademik juga oke. Termasuk juga bagi kamu yang sering ikut lomba di bidang akademik seperti kimia, fisika, dan biologi boleh banget mengirimkan bukti keaktifan kamu ke panitia SNMPTN.
  • Akreditasi sekolah. Tingkat akreditasi sekolah kamu menentukan berapa banyak siswanya yang berhak mengikuti SNMPTN dan tiap tahun sepertinya selalu berubah kebijakannya–tergantung panitia SNMPTN. Jadi, jumlah siswa yang diterima di SNMPTN di sekolah yang akreditasinya A tentu berbeda dengan akreditasi B dan seterusnya.

    Info seputar seleksi PTN akan bersambung di post selanjutnya.
    Banyuwangi, 19 Juni 2017 | 24 Ramadhan 1438 H

    Advertisements